KKM Monodisiplin Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah) UIN Bandung Mengadakan Penyuluhan Hukum

Oleh : Azhar M Akbar

Kuliah kerja mahasiswa merupakan momen pengabdian yang harus dimaksimalkan secara nyata oleh mahasiswa dalam rangka berbaur dengan masyarakat. Hal itu bisa diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan bahwa mahasiswa itu merupakan penyambung lidah rakyat.

cover 3

Maka dari itu setiap program haruslah sesuai dengan yang benar-benar dibutuhkan di masyarakat, sehingga masyarakat dibantu dengan adanya program-program tersebut yang sifatnya sosial dan edukatif.

Melihat hal tersebut, permaslahan keluarga dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencatat peristiwa perkawinannya, maka dari itu menjadi dasar pertimbnagn kelompok KKM Monodisiplin Ahwal Syakhsiyah dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum tersebut, tutur ketua kkm azhar saat diwawancara.

Dalam kegatan tersebut bertempat di auka desa cempaka dan dibuka secara resmi oleh kepala Desa Campaka. Dan dalam acara tersebut mengundang hakim PA Purwakarta, Ketua KUA Kec Ds Campaka dan Sekertaris Jurusan Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah) sebagai pemateri.

Sebelum acara dimulai para pemateri disambut oleh marching band anak-anak desa setempat yang mengiringi kedatangan mereka ke lokasi. Ketiga pemateri menyampikan substansi yang berbeda sesuai dengan sudut pandang keilmuannya masing-masing, hal ini dimaksudkan agar memberi pengetahuan seimbang pada masyarakat apa dan bagaimana dampak yang didapatkan.

Pertama, Hakim Pengadilan Agama Purwakarta memberikan materi tentang kompetensi Pengadilan Agama dalam menangani sengketa, diharapkan dengan diberikan pengetahuan seperti ini masyarakat mau untuk mengajukan permaslahan hukum yang berkaitan dengan kompetensi Pengadilan Agama sehingga asas equality before the law terpenuhi dan masalah masyarakat bisa terselesaikan secara sederhana, cepat dan dengan biaya ringan.

Kedua, ketua KUA Desa Campaka menjelaskan pentingnya pencatatan perkawinan, dari data yang diambil dari KUA Kec. Ds Campaka Sendiri menyatakan sekitar 1000 warga Desa Campaka belum tercatat perkawinannya. Kepala KUA tersebut menjelaskan betapa ruginya jika perkawinan tersebut tidak dicatatkan secara sah negara karena bisa berdampak pada hak keperdataan anak sepeti tidak didapatkan akta kelahiran dll.

Ketiga, dari akademisi sendiri menyampaikan kenapa semua harus dicatat dalam sistem hukum indonesia? Hal ini disebabkan karena sistem hukum indonesia yang menganut eropa kontinental yang semuanya mesti tercatat. Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena setiap peristiwa hukum yang terjadi dalam sebuah keluarga sangatlah penting sehingga negara masuk untuk melindungi tiap indivoidu negaranya dengan mencatat setiap peristiwa hukum yang terjadi dalam sebuah keluarga, jika tidak maka perlindungan negara terhadapnya tidak akan didapat sebagaimana mstinya.

Dalam acara ini dihadiri oleh 100 orang warga Desa Campaka yang antusias mengikuti, dan acara ini ditutup dengan makan bersama antara mahasiswa, warga dan pemateri.

Menurut salah satu warga pa asep kegiatan seperti ini perdana dilaksanakan di desa ini, maka dari itu sangatlah bermanfaat apa yang dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa ini, dan semoga menyadarkan masyarakat desa kami.

Tentunya setiap kegiatan perlulah dukungan dari segala pihak, mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat sebenarnya harus lebih mampu melaksanakn kegiatan seperti ini. Sehingga aksi nyata mahasiswa untuk pengabdian bisa tersampikan dan terasa manfaatnya oleh masyarakat tidak hanya secara parsial tapi secara universal.

Pencarian yang berkaitan:

  • progja kkn hukum keluarga
  • pogja kkn jurusan ahwal alsyaksiyyah
  • laporan kkn jurusan awalasatul syaksiyah
  • laporan kkn individu ahwal syakhsiyah
  • laporan kkn ahwal syakhsiyyah
  • judul laporan kkn jurusan hukum keluarga
  • judul kkn unik tentang ahwal syakhsiyah
  • contoh program kerja individu kkn hukum keluarga islam
  • contoh progja mandiri tentang hukum keluarga
  • visi kkn prodi hukum keluarga

Comments are closed.