Yang Baik yang Cantik

yang-baik-yang-cantik

“Kalau wanita berakhlak baik dan berfikir positif, ia adalah angka 1, kalau ia juga cantik tambahkan 0, menjadi 10 (sepuluh). Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, menjadi 100 (seratus). Kalau ia cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000. Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama, Ia hanya akan menjadi ‘000’- tak bernilai sama sekali…”
(Al-khawarizmi.penemu angka nol)

Kalaulah sekarang saya menyurvey pembaca, mengenai kekurangannya masing-masing dalam waktu lima menit, kira-kira kekurangan apa saja yang akan dituliskan? Barangkali akan menghasilkan jawaban yang beragam, misal: pesek, pendek, mata sipit, pelit, pemarah, malas dst. Dan jika diberi waktu lebih lama lagi, bisa jadi akan menghasilkan jawaban yang cukup banyak.

Nah, kalaulah kekurangan-kekurangan tersebut diklasifikasikan, maka akan menghasilkan dua jenis kekurangan. 1) kekurangan yang bisa diubah, seperti pemarah, pelit, malas, pemalu dsb. dan 2) kekurangan yang (sebenarnya) tidak perlu diubah seperti pendek, pesek, sipit dsb. Dan sayangnya, kebanyakan kita terlalu fokus untuk mengubah kekurangan nomor dua, yang sebenarnya tidak perlu diubah.

Contoh, ada seseorang yang ngefans sama artis Korea. Salah nggak? Nggak lah ya. Mau ngefans sama siapapun silakan asal gak lewat batas. Apapun yang melampaui batas itu gak baik kan ya. Nah, tapi ada nih yang parah tentang hidup ala ke-korea-koreaan. Dan salah satu yaitu operasi plastik. Di Korea sana, oprasi plastik itu udah biasa layaknya perempuan Indonesia pergi ke Salon. Bahkan saat anak perempuan menginjak umur dewasa, orangtua di sana menghadiahkan oprasi plastik. Mereka berfokus pada penampilan fisik. Bukan hanya wanita, para pria juga banyak yang melakukan operasi plastik. Makanya kamu sering melihat aktor di drama Korea yang wajahnya terlihat mulus dan kebarat-baratan atau bahkan terlihat lebih cantik dari wanita.

Nah, yang parahnya nih kalau ada yang saking ngefansnya sama artis Korea, jadi ikut-ikutan deh operasi idung biar mancung, nyaingin pinokio. Atau operasi mata biar belo, atau merombak anggota tubuh sampai puas. Dan sayangnya, saking sibuknya mengubah sesuatu yang sebenarnya tak perlu diubah itu, membuat diri lupa bahwa sebenarnya ada hal-hal yang jauh lebih penting untuk diubah dibanding mancungin idung. Apa kira-kira?

***

Kalo ngeliat apa yang diungkapkan Al-Khawarijmi, barangkali manusia di jaman sekarang terlalu sibuk mengejar angka nol sebanyak-banyaknya. Silakan saja mau mencari “nol” sebanyak-banyaknya tapi jangan lupa bahwa ada yang lebih penting dari itu. Jangan sampai kita, terlalu mengejar kecantikan luar tanpa memperhatikan kecantikan dalam, Inner Beauty berupa akhlak baik.

Terus kamu, tiba-tiba protes: “Tapi kalau gak cantik nanti susah dapet jodoh kakak..”. Ih, kamu mah, cantik itu gak melulu tentang fisik atuh. Kalo kakak dapet pasangan yang ngenilai cuma dari fisik doang mah nanti kalau kakak udah tua dan kriput ditinggalin lho. Mau? Tenang aja. Kalem. Kan janji-Nya perempuan baik itu bagi laki-laki yang baik ko. hehe Jodoh gak akan ke mana.

So, syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik. Tuh, jadi nyanyi lagu D’Masiv kan? 😀

Irfan Nur Hakim | @IrfanNazhran

Comments are closed.