Peran Stategis Mahasiswa dan Lulusan Hukum Keluarga dalam Era MEA

Pada Selasa (12/11/2019) jurusan Hukum Keluarga menyelenggarakan kuliah umum yang bertema “Peran Stategis Mahasiswa dan Lulusan Hukum Keluarga dalam Era MEA”, dengan menghadirkan narasumber Adun Abdullah Syafii selaku Ketua Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di aula Fakultas Syariah dan Hukum, yang diikutsertai oleh mahasiswa Hukum Keluarga.

Dalam penyampaian materinya, Adun berbagi kisah suksesnya dengan para mahasiswa yang hadir. Menurutnya sebagai mahasiswa harus memiliki kompetensi dan kemampuan yang mumpuni setidaknya dalam bidang teknik dan bahasa sebagai modal awal. Serta beliau juga menyampaikan, bahwa harus terus menggali ilmu sedalam-dalamnya dan jangan mudah puas dengan ilmu yang telah didapat, “jangan pernah puas dengan ilmu yang telah didapat, tapi teruslah mencari ilmu sedalam-dalamnya,” ujarnya (12/11/2019).

Kemudian, pada sesi kedua kuliah umum, menghadirkan pemateri dari Tim Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum, Opik Rozikin yang menyampaikan materi mengenai Etika Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Menurutnya, dalam menulis sebuah jurnal ada beberapa yang harus diperhatikan seperti kode etik penulis, etika, karya ilmiah, plagiarisme dan lain-lain.

Dalam penuturannya, Opik menjelaskan bahaya tindakan plagiarisme. Sebagai seorang penulis karya ilmiah, untuk menghindari plagiat dapat dilakukan dengan cara parafase kalimat, namun hal ini juga sangat sulit untuk dilakukan. Terkadang, kalimat yang sudah diparafase tetap saja masih terdeteksi sebagai bentuk plagiat. Cara lain dapat menggunakan tanda kutip pada sebuah kutipan, namun harus diingat dalam sebuah paragraf hanya boleh terdapat 10% kalimat yang boleh dicopy-paste dari sumber lain.

Opik melanjutkan, menurut peraturan yang berlaku di kampus sekarang, S1 diberlakukan toleransi plagiat sebanyak 30% namun implementasinya ditiap fakultas belum menyeluruh. Opik juga menegaskan kembali bahwa tindakan plagiarisme merupakan tindakan kriminal yang tidak hanya merugikan orang lain, “yang dirugikan bukan hanya orang lain, instansi pun dirugikan,” pungkasnya (12/11/2019).